
Indonesia Amateur Radio Emergency Service (INARES) adalah perkumpulan amatir radio yang memiliki lisensi individual dan kecakapan dalam mengoperasikan radio amatir. Berkat kemampuannya tersebut, para amatir radio dapat memberikan layanan komunikasi darurat bagi masyarakat, serta memberi dukungan komunikasi kedaruratan dalam operasi pencarian dan pertolongan, tanggap bencana, maupun tanggap darurat lainnya.

Pengendalian Operasi
Pedoman Unit Kerja
AD/ART INARES.
Petunjuk Pelaksana dan Petunjuk Teknis INARES.
INARES sebagai unsur pelaksana langsung di lapangan, dipimpin Koordinator yang bersama-sama melaksanakan program/kegiatan dukungan komunikasi dalam pengendalian terpusat.
Koordinator pada masing-masing tingkatan INARES.
INARES melaksanakan koordinasi teknis operasional dan informasi dengan lembaga dan organisasi lain terkait, serta pengendalian operasi kegawatdaruratan.
KEANGGOTAAN
Setiap Amatir Radio dapat mengajukan permohonan untuk menjadi anggota INARES. Selanjutnya, akan diberikan pembinaan khusus dari organisasi.
Pembinaan anggota merupakan bagian integral
dalam konsep EMCOMM yang berkelanjutan.
Dalam manajemen kedaruratan, EMCOMM memanfaatkan keterampilan dan sumber daya operator radio amatir. Melalui pelatihan, kolaborasi, dan komitmen terhadap layanan, EMCOMM memastikan bahwa masyarakat dapat menjaga komunikasi selama masa kritis, yang pada akhirnya menyelamatkan nyawa dan membantu upaya pemulihan.
Pola Pembinaan
- Anggota INARES berkemampuan dan menguasai dasar radio technical investigation, standard operating procedures radio, dan inter communications (Set-up Station Emergency & Handling Message) dan Off Grid Emergency Communication
- Anggota INARES berkemampuan dan menguasai, Risk Assessment & Management, SAR, Survival dan Medical First Responder, Emergency & Disaster Management.
- Anggota INARES perlu mengikuti training/pelatihan dengan kurikulum standard disebut di atas, dilakukan secara terus menerus dan di evaluasi secara berkala, sehingga anggota INARES dapat memperoleh dan mempertahankan kompetensi yang sesuai.
- Menyediakan dan memelihara peralatan dan infrastruktur teknologi radio dan komunikasi yang sesuai untuk memungkinkan anggota INARES menyediakan layanan komunikasi darurat yang berkemampuan tinggi dan responsif.
- Setelah bergabung dengan INARES, para anggota tersebut diminta memberikan informasi pribadi minimum sebagai kumpulan data agregat yang akan digunakan Organisasi untuk kegiatan terkait operasi keadaan disaster dan kegiatan layanan publik lainnya, untuk analisis statistik dan tujuan perencanaan kebijakan Pengurus terhadap INARES.

Filosofi Logo
ARTI SIMBOL
(Ilustrasi Simbol yang Menyerupai Huruf A dan Segitiga)
Huruf A
diambil dari kata Amateur; di mana simbol yang menyerupai huruf tersebut melambangkan "inverted V" open dipole sebagai fundamental dasar dari antena radio komunikasi dan lazim digunakan dalam keadaan darurat serta NVIS.
Inverted V Antenna memiliki pola radiasi omnidirectional yang mengartikan INARES dapat bekerja di mana pun dan bekerja sama secara netral dengan siapa pun.
Simbol Segitiga
ditarik dari "civil defense triangle symbol" sebagaimana Konvensi Geneva beserta Protokolnya memberikan pedoman terkait entitas pertahanan sipil maupun obyek non-combatants yang tidak boleh menjadi target serangan.
Simbol Headphone
yang berarti "Listening More - Talk Less."
Simbol 3 Garis Lingkaran
mewakili pola radiasi omnidirectional dan tiga tahapan penting dalam operasi darurat, yakni: 1. Prevention; 2. Protection; dan 3. Mitigation.
ARTI WARNA
- Merah: Berani karena benar;
- Orange: Kewaspadaan dan kegawatdaruratan;
- Putih: Bekerja dengan hati suci dan tanpa pamrih;
- Biru: Damai; dan menjadi simbol udara, di mana atmosphere sebagai media gelombang radio komunikasi.
